Fenomena K-Pop Demon Hunters: Maggie Kang Dedah Rahsia Disebalik Rekod Dunia Netflix &Billboard!

Adakah anda sudah menonton “K-Pop Demon Hunters”? Filem animasi yang menggabungkan elemen mistik Korea dengan dunia K-Pop yang bertenaga ini bukan sahaja sekadar hiburan, malah ia telah mencatatkan sejarah baru di peringkat global! Baru-baru ini, pengarah Maggie Kang (Kang Min-ji) muncul dalam program popular tvN, You Quiz on the Block, untuk berkongsi perjalanan 7 tahun beliau dalam menyiapkan “surat cinta” buat budaya Korea ini. 1. Rekod Dunia yang Luar Biasa: No. 1 di 43 Buah Negara! Sejak ditayangkan di Netflix pada bulan Jun, K-Pop Demon Hunters (KeDeHeon) telah menjadi fenomena luar biasa: 2. Runut Bunyi (OST) yang Menggegarkan Carta Billboard Lagu “GOLDEN” yang dinyanyikan oleh Lee Jae (bekas pelatih SM Entertainment selama 10 tahun) bukan sahaja tular di media sosial, malah: 3. Keperincian Budaya Korea yang Memukau (K-Detail) Pengarah Maggie Kang, yang pernah bekerja sebagai artis papan cerita di DreamWorks untuk filem Shrek 3 dan Kung Fu Panda 2, memastikan setiap inci filem ini terasa “Sangat Korea”. Antara butiran yang dipuji peminat termasuklah: “Saya mahu membuktikan bahawa perkara yang paling bersifat tempatan (Korea) adalah perkara yang paling global.” — Maggie Kang 4. Dari Kanak-Kanak Imigran ke Pengarah Terkenal Maggie berhijrah ke Kanada pada usia 5 tahun. Walaupun membesar di luar negara, ibunya sangat tegas memastikan beliau tidak melupakan Bahasa Korea. Beliau menghabiskan setiap musim panas di Korea, menyanyi lagu H.O.T dan Seo Taiji and Boys di pusat karaoke, yang akhirnya menjadi inspirasi besar buat filem ini. 5. Mesej Mendalam: Melawan Ketakutan Dalam Diri Melalui watak Lomi dan Jin-woo, Maggie ingin menyampaikan mesej bahawa setiap orang mempunyai “syaitan” atau ketakutan dalam diri mereka. Kesimpulan: Adakah Akan Ada Musim Ke-2? Apabila ditanya oleh Yoo Jae-suk tentang musim kedua, Maggie tersenyum melihat sambutan luar biasa ini. Dengan impak besar terhadap pelancongan Korea—di mana kunjungan ke Muzium Negara dan rumah mandi tradisional meningkat mendadak—peminat pastinya tidak sabar menantikan sambungan perjuangan kumpulan Huntriss! Bagaimana dengan anda? Adakah lagu “GOLDEN” masih bermain di fikiran anda? Tuliskan pendapat anda di ruangan komen!

Read more
Netflix မှာ စံချိန်တင်အောင်မြင်နေတဲ့ ‘K-Pop: Demon Hunters’ ဒါရိုက်တာ Maggie Kang ရဲ့ အောင်မြင်မှုလျှို့ဝှက်ချက်များ

tvN ရဲ့ နာမည်ကြီးအစီအစဉ်ဖြစ်တဲ့ <You Quiz on the Block> မှာ Netflix ရဲ့ ကမ္ဘာကျော် Animation ဇာတ်ကား <K-Pop: Demon Hunters> (ကေပေါ့ပ် မိစ္ဆာနှိမ်နင်းသူများ) ရဲ့ ဒါရိုက်တာ Maggie Kang (강민지) တက်ရောက်ပြီး စိတ်လှုပ်ရှားစရာကောင်းတဲ့ နောက်ကွယ်က အကြောင်းအရာတွေကို မျှဝေပေးခဲ့ပါတယ်။ မြန်မာနိုင်ငံက K-Pop fan တွေနဲ့ Animation ဝါသနာရှင်တွေအတွက် စိတ်ဝင်စားစရာကောင်းတဲ့ အချက်အလက်တွေကို စုစည်းတင်ပြပေးလိုက်ပါတယ်။ 1. ကမ္ဘာတစ်ဝှမ်းကို လွှမ်းမိုးသွားတဲ့ ‘K-Pop: Demon Hunters’ ရဲ့ စွမ်းအား 2. K-Pop နဲ့ ကိုးရီးယားရိုးရာ ယဉ်ကျေးမှုရဲ့ အံ့ဖွယ်ပေါင်းစပ်မှု ဒီဇာတ်ကားဟာ မိစ္ဆာတွေကို နှိမ်နင်းတဲ့ မိန်းကလေး K-Pop အဖွဲ့ ‘Huntress’ နဲ့ မိစ္ဆာယောကျ်ားလေးအဖွဲ့ ‘Saja Boys’ တို့ရဲ့ အားပြိုင်မှုကို ရိုက်ကူးထားတာပါ။ 3. ဒါရိုက်တာ Maggie Kang ရဲ့ ၇ နှစ်တာ ကြိုးပမ်းမှု Maggie Kang ဟာ DreamWorks မှာ ၂၀ စုနှစ်နီးပါး အတွေ့အကြုံရှိတဲ့ ဝါရင့်အနုပညာရှင်တစ်ဦးပါ။ “ကျွန်မက ကိုးရီးယားလူမျိုးတစ်ယောက်အနေနဲ့ ကိုးရီးယားယဉ်ကျေးမှုကို ကမ္ဘာကသိအောင် ပြချင်ခဲ့တာပါ။ ဒါကြောင့် ဒီဇာတ်ကားကို ကျွန်မရဲ့ အရင်းအမြစ်တွေအတွက် ပေးပို့တဲ့ Love Letter လို့ တင်စားချင်ပါတယ်။” သူမဟာ ငယ်စဉ်ကတည်းက ကနေဒါကို ပြောင်းရွှေ့နေထိုင်ခဲ့ပေမယ့် မိခင်ဖြစ်သူရဲ့ တိုက်တွန်းမှုကြောင့် ကိုးရီးယားစကားကို ကျွမ်းကျင်စွာ ပြောဆိုနိုင်သလို၊ ကိုးရီးယားရဲ့ စိတ်ဓာတ် (Sensibility) ကိုလည်း အပြည့်အဝ ထိန်းသိမ်းထားနိုင်ခဲ့သူပါ။ 4. ကမ္ဘာတစ်ဝှမ်းက “K-DeHun” (K-Pop: Demon Hunters) အဖျားရောဂါ 🌟 ဒါရိုက်တာ Maggie Kang ပေးချင်တဲ့ Message “ကိုယ့်အတွင်းစိတ်ထဲမှာရှိတဲ့ ကြောက်ရွံ့မှုတွေကို အနိုင်ယူပြီး ကိုယ့်ကိုယ်ကိုယ် ယုံကြည်မှုရှိဖို့“ ဖြစ်ပါတယ်။ လူတိုင်းမှာ ဖုံးကွယ်ထားချင်တဲ့ အားနည်းချက်တွေ ရှိတတ်ပေမယ့် အဲဒါကို လက်ခံပြီး ကျော်ဖြတ်နိုင်တဲ့ အတွင်းစိတ်ခွန်အားကို မွေးမြူကြဖို့ သူမက တိုက်တွန်းထားပါတယ်။

Read more
Perhatian Global Terhadap Haenyeo

Pertama, serial Netflix When Life Gives You Tangerines (폭싹 속았수다) telah memikat penonton dengan cerita yang menyentuh tentang kehidupan di Pulau Jeju. Sejak awal, serial ini menampilkan kehidupan sehari-hari para Haenyeo, menyoroti tantangan dan suka duka yang mereka hadapi. Serial ini dengan indah menggambarkan bagaimana Haenyeo menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Jeju, mewakili ketahanan dan semangat komunitas mereka. Kedua, JTBC dan BBC Studios berkolaborasi dalam sebuah dokumenter khusus, Deep Dive Korea: Song Ji-hyo’s Haenyeo Adventure. Dokumenter ini mengikuti aktris Song Ji-hyo saat ia mengalami kehidupan yang berat dari para Haenyeo. Melalui lensa Song Ji-hyo, penonton dapat melihat keteguhan mental dan cara hidup yang unik dari para wanita ini. Dokumenter ini secara khusus dirancang untuk menyebarkan budaya Haenyeo, menunjukkan bagaimana mereka mengandalkan alat sederhana seperti tewak (pelampung) untuk menopang hidup di lautan luas. Siapakah Haenyeo? Haenyeo (海女), secara harfiah berarti “wanita laut,” adalah penyelam wanita yang mencari hasil laut di perairan dangkal. Meskipun mereka juga dikenal dengan nama lain seperti “murekkun” di pesisir selatan dan “jamnyeo” di Jeju, istilah Haenyeo menjadi lebih umum digunakan setelah masa penjajahan Jepang. Kegiatan menyelam untuk mengumpulkan hasil laut adalah hal yang umum di seluruh dunia. Namun, metode yang dilakukan oleh Haenyeo—menyelam tanpa peralatan pernapasan—hampir secara eksklusif ditemukan di Korea dan Jepang. Haenyeo di Pulau Jeju secara khusus terkenal karena konsentrasi mereka yang tinggi, menjadikannya pusat perhatian global. Dahulu, para Haenyeo Jeju sering kali melakukan perjalanan jauh dari rumah mereka. Mereka melakukan migrasi musiman, menyelam di sepanjang garis pantai Korea dan bahkan di luar negeri, termasuk Jepang, Vladivostok, dan kota-kota di Tiongkok. Perjalanan ini, yang dikenal sebagai “chulga”, dimulai sekitar tahun 1850-an setelah berakhirnya larangan migrasi di Pulau Jeju. Sejarah dan Peralatan Haenyeo Kehadiran Haenyeo telah didokumentasikan selama berabad-abad. Catatan sejarah dari Dinasti Goryeo dan Joseon menyebutkan keberadaan mereka, bahkan melarang praktik tertentu seperti menyelam tanpa busana. Hal ini menunjukkan bahwa penyelam pria, yang dikenal sebagai Haenam (海男), juga ada di masa lalu. Haenam terutama bertugas mengumpulkan abalon sebagai upeti untuk keluarga kerajaan. Peralatan yang digunakan Haenyeo sangat sederhana namun efektif: Pelatihan dan Struktur Komunitas Menjadi seorang Haenyeo bukanlah hal yang instan, melainkan hasil dari latihan dan pengalaman bertahun-tahun. Gadis-gadis di desa pesisir Jeju mulai belajar menyelam di perairan dangkal, yang dikenal sebagai “aegi badang”. Mereka belajar dengan mengamati Haenyeo yang lebih berpengalaman dan mengumpulkan kebijaksanaan melalui cerita dan pengalaman pribadi. Struktur komunitas Haenyeo sangat terorganisir, dengan hierarki yang jelas berdasarkan keterampilan menyelam mereka: Para Haenyeo Sang-gun tidak hanya mengajarkan keterampilan menyelam, tetapi juga nilai-nilai budaya dan rasa tanggung jawab terhadap komunitas mereka. Pengakuan sebagai Warisan Budaya Budaya Haenyeo adalah perwakilan unik dari tradisi bahari Korea, yang menunjukkan simbiosis antara manusia dan alam. Pengetahuan ekologis mereka yang mendalam, kerja sama tim, dan sistem kepercayaan yang unik membentuk budaya komunitas yang khas. Untuk melestarikan warisan berharga ini, Haenyeo diakui sebagai Aset Budaya Takbenda Nasional ke-132 di Korea pada Mei 2017. Pengakuan ini menyoroti nilai historis dan keunikan dari cara hidup mereka. Secara internasional, Budaya Haenyeo Jeju juga dimasukkan dalam daftar Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO pada tahun 2016. Pengakuan ini meliputi berbagai aspek: Budaya ini mendapat pujian karena melambangkan identitas regional yang unik, mempromosikan praktik ramah lingkungan, dan mewariskan pengetahuan dari generasi ke generasi melalui komunitas. Meskipun menghadapi tantangan seperti penuaan, perubahan iklim, dan kondisi kerja yang berat, pengakuan global terhadap budaya Haenyeo melalui acara media seperti Netflix dan BBC sangatlah signifikan. Hal ini tidak hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga membantu memastikan bahwa warisan budaya unik ini akan terus hidup dan diwariskan untuk generasi yang akan datang.

Read more